FaizBlog LogoFaizBlog
Back to all articles
mikrotikbandwidthqueuenetworkingtutorial

Simple Queue vs Queue Tree di MikroTik: Kapan Pakai yang Mana?

Perbandingan lengkap Simple Queue dan Queue Tree di MikroTik — cara kerja, kelebihan, kekurangan, dan skenario penggunaan yang paling cocok.

AI Insights

Generate a summary and suggested tags for this post.

Dua metode manajemen bandwidth paling populer di MikroTik: Simple Queue dan Queue Tree. Sekilas fungsinya sama — bagi bandwidth — tapi cara kerjanya beda jauh. Salah pilih = konfigurasi ribet padahal ada opsi yang lebih simple.

Perbandingan Simple Queue vs Queue Tree

Beda Konsep Utama

  • Simple Queue → berbasis IP/subnet target, cukup 1 rule beres.
  • Queue Tree → berbasis paket yang sudah di-mark oleh Mangle, konfigurasi bertingkat.

Alur Paket Melewati Queue

Kapan Pakai Simple Queue?

Cocok kalau:

  • Jumlah user sedikit (< 30)
  • Butuh limit per IP / per subnet saja
  • Tidak butuh hierarki group
  • Ingin cepat & tanpa Mangle

Contoh:

/queue simple
add name="Kasir" target=192.168.88.10/32 max-limit=5M/5M

Selesai. Tidak perlu ribet.

Kapan Pakai Queue Tree?

Cocok kalau:

  • Bandwidth harus dibagi per departemen / group
  • Butuh prioritas (misal VoIP > browsing > download)
  • User banyak & dinamis (hotspot dengan ribuan user)
  • Butuh split trafik download vs upload di interface terpisah

Struktur Queue Tree Hierarkis

Queue Tree wajib pakai Mangle untuk menandai paket:

/ip firewall mangle
add chain=forward src-address=192.168.10.0/24 action=mark-packet new-packet-mark=kantor
add chain=forward src-address=192.168.20.0/24 action=mark-packet new-packet-mark=tamu

/queue tree
add name=Total parent=global max-limit=50M
add name=Kantor parent=Total limit-at=30M max-limit=50M packet-mark=kantor priority=3
add name=Tamu   parent=Total limit-at=15M max-limit=50M packet-mark=tamu   priority=7

Perbandingan Ringkas

AspekSimple QueueQueue Tree
KesulitanMudahSulit
Butuh MangleTidakYa
Basis RuleIP/TargetPacket Mark
HierarkiTerbatasLengkap (parent-child)
PrioritasTerbatas8 level
Cocok untukPer userGroup/Departemen
Overhead CPURinganLebih berat

Salah Kaprah yang Sering Terjadi

KesalahanAkibat
Pakai keduanya untuk IP samaKonflik, salah satu di-ignore
Queue Tree tanpa MangleRule tidak jalan sama sekali
Simple Queue urutan salahRule di atas prioritas lebih tinggi
Global vs InterfaceTrafik dua arah salah hitung

Kesimpulan

Simple Queue = pilihan default untuk 90% kebutuhan. Setup cepat, gampang di-troubleshoot. Queue Tree = pilihan kalau kamu butuh hierarki bandwidth kompleks (kantor besar, ISP, warnet skala besar). Jangan pakai Queue Tree cuma karena "kelihatan advanced" — kalau kebutuhannya simple, Simple Queue sudah cukup.